Apa Kabar Semarang – Kasus puluhan siswa SDN 01 Ungaran, Kabupaten Semarang, yang mengalami gejala mual dan pusing setelah menyantap makanan bergizi (MBG) masih dalam penyelidikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang menilai gejala yang dialami para siswa lebih mengarah ke faktor psikologis dibandingkan keracunan makanan.

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Dwi Saiful Noor Hidayat, menyebutkan pihaknya masih mengumpulkan data dan melakukan observasi. Namun, berdasarkan gejala yang muncul secara serentak, besar kemungkinan hal itu dipicu sugesti atau efek psikologis setelah beberapa siswa mengeluhkan kondisi tubuh mereka.
Baca Juga : Puluhan Siswa SD di Ungaran Diduga Keracunan Puding Basi MBG
“Kalau dilihat dari hasil sementara, ini bukan keracunan makanan. Gejalanya lebih ke dampak psikologis, semacam efek domino setelah ada siswa yang mengeluh,” kata Dwi Saiful.
Upaya Pemkab Semarang Menjaga Keamanan Pangan dan Edukasi Kesehatan
Dinas Kesehatan (Dinkes) Semarang tetap melakukan uji sampel makanan MBG sebagai langkah antisipatif untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Hasil pemeriksaan sejauh ini menunjukkan tidak adanya kontaminasi zat berbahaya dalam makanan tersebut, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik.
Kasus ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang agar kejadian serupa tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Pemkab juga mendorong sekolah-sekolah untuk terus memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya pola makan sehat dan cara menghadapi situasi darurat kesehatan dengan bijak.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan ketahanan masyarakat terhadap isu kesehatan. Sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga kualitas pangan dan kesehatan publik secara menyeluruh. Edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci dalam membentuk generasi yang lebih sehat dan tanggap terhadap risiko kesehatan.






