Apa Kabar Semarang – Warga Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, digemparkan oleh penemuan dua mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang meninggal dunia di kamar kos secara terpisah namun hanya berselang satu hari. Kedua kasus tersebut kini tengah ditangani Polsek Gunungpati dan masih dalam proses pendalaman.

Mahasiswa Pertama Ditemukan Tak Bernyawa pada Rabu Pagi
Peristiwa pertama terjadi pada Rabu (12/11/2025) pagi. Korban berinisial AS (19), mahasiswa asal Bekasi, ditemukan dalam kondisi tidak lagi bernyawa di kamar kosnya. Menurut keterangan warga, AS sebelumnya terlihat masih beraktivitas pada malam hari.
Kecurigaan muncul ketika AS tak menunjukkan tanda-tanda bangun dari tidurnya. Temannya yang menghuni kamar sebelah mencoba mengetuk pintu berulang kali, namun tidak ada respons.
Kapolsek Gunungpati, Kompol Agung Raharjo, membenarkan laporan tersebut.
“AS jarang tidur, sering lembur sambil membuka laptop dan tablet. Saat teman kos menemukannya, tablet korban masih dalam kondisi menyala,” ungkap Agung saat ditemui usai pemeriksaan awal.
Melihat kondisi korban yang tampak pucat dan tidak merespons, saksi kemudian memanggil pemilik kos, ketua RT, Babinkamtibmas, dan pihak kepolisian. Tim medis turut hadir untuk memastikan kondisi korban sebelum dilakukan evakuasi.
Baca Juga : Jelang Nataru, Bandara Ahmad Yani Semarang Buka Penerbangan ke Singapura Mulai Desember 2025
Sehari Berselang, Mahasiswa Kedua Juga Ditemukan Meninggal
Belum hilang keterkejutan warga, sehari kemudian pada Kamis (13/11/2025), seorang mahasiswa lain di kawasan yang sama kembali ditemukan meninggal di kamar kos. Meski berada di lokasi berbeda namun masih satu kelurahan, temuan ini membuat warga diliputi rasa khawatir.
Menurut sumber warga, korban kedua sempat tidak terlihat keluar kamar sejak pagi. Rekan kos yang merasa curiga meminta bantuan pemilik kos untuk memeriksa kondisi korban. Ketika pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam keadaan tergeletak tak bergerak.
Pihak kepolisian belum merilis identitas korban kedua karena masih menunggu pemberitahuan resmi kepada keluarga.
Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan, Tunggu Hasil Pemeriksaan Medis
Kapolsek Gunungpati menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda kekerasan pada kedua korban.
“Kami masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan lanjutan. Sementara ini tidak ditemukan indikasi kriminal. Dugaan kuat mengarah pada kelelahan ekstrem atau faktor medis lain, tetapi ini tetap harus dipastikan oleh pihak medis,” jelas Agung.
Warga Diminta Tetap Tenang
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya warga dan penghuni kos di sekitar Sekaran, agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kedua peristiwa tersebut kini ditangani secara terpisah namun dalam koordinasi yang sama oleh Polsek Gunungpati. Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh demi memberikan kepastian penyebab kematian kepada keluarga dan publik.






