Apa Kabar Semarang — Kondisi Jalan Pantura Kaligawe, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, kini menjadi sorotan warga. Setelah hampir dua pekan terendam banjir, ruas jalan utama penghubung Kota Semarang dengan Kabupaten Demak itu mengalami kerusakan cukup parah.
Sebagian aspal terlihat retak, bergelombang, dan berlubang, sementara pembatas jalan (median) di beberapa titik ambrol akibat tergerus air.

Keluhan Warga dan Pengendara
Sejumlah warga mengaku khawatir karena kondisi jalan yang rusak membahayakan pengguna kendaraan, terutama pada malam hari.
“Setelah banjir surut, jalannya jadi rusak sekali. Banyak kendaraan yang nyaris tergelincir kalau tidak hati-hati,” kata Slamet (45), warga sekitar Kaligawe, Jumat (7/11/2025).
Pengendara juga mengeluhkan tidak adanya rambu peringatan atau pembatas darurat, padahal kerusakan cukup panjang hingga beberapa ratus meter.
“Truk besar sering oleng karena jalan bergelombang. Harusnya segera ditangani sebelum makin parah,” ujar Rini, sopir travel tujuan Kudus.
Pemkot dan BBPJN Lakukan Penanganan Awal
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY telah melakukan peninjauan lapangan dan penanganan darurat.
Kepala DPU Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat perbaikan.
Baca Juga : PU Kebut Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung
“Kami sudah mengirimkan laporan kerusakan ke BBPJN. Saat ini dilakukan penambalan sementara di titik-titik berlubang agar arus lalu lintas tetap aman,” ujarnya.
Perbaikan Permanen Menunggu Evaluasi Teknis
Menurut Iswar, perbaikan permanen baru bisa dilakukan setelah proses evaluasi teknis dan pengeringan lapisan tanah di bawah jalan rampung.
“Struktur tanah di kawasan Kaligawe mudah jenuh air, jadi harus dipastikan kering dan stabil dulu agar hasil perbaikan tidak cepat rusak,” jelasnya.
Arus Lalu Lintas Padat
Kerusakan jalan juga berdampak pada kemacetan arus lalu lintas di jalur Pantura, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Petugas Dishub dan Satlantas Polrestabes Semarang telah diterjunkan untuk mengatur arus kendaraan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintas di Jalan Kaligawe hingga perbaikan selesai dilakukan.






