Apa Kabar Semarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah bersama Polrestabes Semarang berhasil mengamankan puluhan orang yang diduga terlibat dalam aksi demonstrasi ricuh di pusat Kota Semarang pada Kamis (29/8/2025). Penangkapan dilakukan setelah massa aksi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi kericuhan, merusak fasilitas umum, dan mengganggu arus lalu lintas.

Kapolda Jateng, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa pihak kepolisian tidak melarang masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, ia menegaskan bahwa aksi harus tetap sesuai aturan dan tidak merusak ketertiban. “Kami amankan puluhan orang yang terindikasi sebagai provokator maupun pelaku perusakan. Demonstrasi adalah hak, tetapi tidak boleh mencederai keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Polda Jateng Bebaskan 45 Orang Terkait Demo Ricuh di Semarang
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mendapati adanya kelompok yang mencoba memprovokasi massa dengan melempar batu ke arah aparat dan merusak pembatas jalan. Beberapa pelaku juga kedapatan membawa benda berbahaya yang berpotensi digunakan untuk tindakan anarkis.
Polisi menegaskan bahwa seluruh orang yang diamankan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku, sementara yang tidak terbukti akan dipulangkan setelah dilakukan pendataan.
Puluhan Orang Masuk Daftar Tangkapan Polisi
Kericuhan dalam demo tersebut sempat membuat arus lalu lintas di sekitar Jalan Pemuda dan Simpang Lima macet total. Aparat gabungan kemudian bertindak cepat dengan membubarkan massa dan mensterilkan lokasi. Hingga malam hari, situasi kota kembali kondusif.
Kapolda juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, agar bijak dalam menyampaikan aspirasi. “Kami membuka ruang dialog. Silakan menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang ada, jangan terprovokasi ajakan yang berpotensi menimbulkan kerusuhan,” tegasnya.
Sejumlah tokoh masyarakat di Semarang mendukung langkah tegas aparat demi menjaga keamanan kota. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang, karena stabilitas dan ketenangan Semarang sangat penting bagi kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Dengan diamankannya puluhan orang tersebut, pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pengamanan ekstra terhadap kegiatan unjuk rasa, sembari mengedepankan pendekatan persuasif agar aspirasi masyarakat tetap tersampaikan tanpa harus menimbulkan kericuhan.






