Apa Kabar Semarang – Sebuah truk boks bermuatan sekitar 8 ton plastik mengalami kecelakaan di Jalan Koptu Suyono, Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, tepatnya di dekat Pasar Mangkang, Rabu (5/11/2025). Truk dengan plat nomor B 9713 TKV itu menabrak sebuah mobil yang sedang terparkir di pinggir jalan.

Insiden tersebut sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas, karena posisi truk melintang di badan jalan usai menghantam kendaraan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski mobil yang tertabrak mengalami kerusakan cukup parah di bagian belakang.
Menurut kesaksian warga sekitar, truk yang dikemudikan oleh Toni (45) melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sedang sebelum kehilangan kendali.
“Tadi truknya kelihatan agak bingung, seperti salah jalur. Tiba-tiba belok agak tajam dan langsung nyerempet mobil yang parkir,” ujar Slamet, salah seorang warga di lokasi kejadian.
Sopir Akui Ikuti Petunjuk Google Maps
Dari keterangan sopir, Toni mengaku dirinya mengikuti arahan dari aplikasi Google Maps untuk mencari rute tercepat menuju kawasan pelabuhan. Namun, aplikasi tersebut justru mengarahkan kendaraan besar itu melewati jalur sempit dan padat di kawasan pemukiman Wonosari.
“Saya cuma ikuti Maps, tidak tahu kalau jalan ini sempit dan menurun. Pas mau belok, muatan berat jadi susah dikendalikan,” kata Toni kepada petugas di lokasi.
Kondisi jalan yang menurun dan sempit membuat truk sulit bermanuver, terlebih dengan beban muatan mencapai delapan ton plastik. Sopir akhirnya tidak bisa menghindari mobil yang terparkir di sisi kiri jalan.
Polisi Lakukan Olah TKP
Petugas Satlantas Polrestabes Semarang yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat.
“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir dan memintai keterangan saksi di lokasi. Dugaan sementara, pengemudi kurang memperhitungkan kondisi jalan dan beban kendaraan,” ujar IPDA Rudi Hartono, petugas Unit Laka Lantas Polrestabes Semarang.
Petugas juga mengimbau pengemudi truk besar untuk tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi tanpa memperhatikan rambu dan kondisi jalan setempat.
Baca Juga : Ratusan Mahasiswa Berkumpul di Landmark Kampus 3 UIN Menggelar Aksi Tabur Bunga
“Gunakan peta digital hanya sebagai panduan, tapi tetap lihat situasi lapangan. Banyak jalur di Semarang yang tidak direkomendasikan untuk kendaraan berat,” tambahnya.
Pasca-insiden, truk dan mobil yang terlibat kecelakaan dievakuasi menggunakan derek untuk mengurai kemacetan. Kerugian material akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.






