Dior Dior Dior

Wali Kota Semarang: Guru Adalah Penjaga Pertahanan Masa Depan

Dior

Apa Kabar Semarang – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan bangsa. Menurutnya, posisi guru bisa disetarakan dengan TNI maupun polisi yang selama ini dikenal sebagai garda pertahanan negara.
“Kalau tentara itu pertahanan dari anasir luar, polisi itu pertahanan negara secara internal, maka guru adalah pertahanan masa depan,” kata Agustina saat membuka kegiatan Ngopi Bareng (Ngobrol Penting Bersama Stakeholder Pendidikan Kota Semarang), Jumat (19/9).

100 Hari Kerja, Wali Kota Semarang Agustina Gandeng Sekolah Swasta Berikan  Beasiswa di SPMB 2025
Wali Kota Semarang: Guru Adalah Penjaga Pertahanan Masa Depan

Pendidikan Sebagai Pertahanan Strategis

Agustina menilai pendidikan merupakan sektor vital yang harus dipandang secara strategis oleh negara. Ia menekankan, peran guru tidak hanya sebatas mengajar di kelas, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai, serta mencetak generasi penerus yang berdaya saing. Oleh karena itu, guru harus didukung penuh dengan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas mereka.
“Pendidikan itu kepentingan yang dilihat negara secara strategis, secara nasional. Guru adalah penentu keberhasilan sistem ini,” tegasnya.

Dior

Baca Juga : Apel Semarang Damai diikuti 316 peserta berbagai unsur

Dorongan Revisi UU Sisdiknas

Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menyoroti perlunya revisi terhadap Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Menurutnya, sistem pendidikan Indonesia masih membutuhkan pembenahan agar mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan globalisasi.
“Undang-undang Sisdiknas harus diperbaiki supaya lebih adaptif. Kita harus menyiapkan kurikulum, sistem, dan tenaga pendidik yang bisa menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Apresiasi untuk Guru dan Stakeholder Pendidikan

Kegiatan Ngopi Bareng yang digagas Pemerintah Kota Semarang ini diikuti oleh para guru, kepala sekolah, serta perwakilan organisasi pendidikan. Dalam forum tersebut, berbagai persoalan pendidikan didiskusikan, termasuk peningkatan kualitas guru, fasilitas pendidikan, hingga pemerataan akses sekolah.
Agustina memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang tetap berdedikasi meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Ia menegaskan bahwa Pemkot Semarang berkomitmen memperjuangkan hak-hak guru serta terus mendorong peningkatan kesejahteraan mereka.

Harapan untuk Generasi Masa Depan

Wali Kota Semarang menutup sambutannya dengan harapan agar kolaborasi pemerintah, guru, dan masyarakat terus terjalin. Dengan sinergi tersebut, ia optimistis Kota Semarang mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Guru adalah benteng terakhir kita. Kalau mereka kuat, maka masa depan bangsa juga akan kuat,” pungkasnya.

Dior