Apa Kabar Semarang – Wakil Wali Kota Semarang meresmikan kembali Gereja Blenduk di kawasan Kota Lama, Semarang, usai melalui proses rehabilitasi menyeluruh. Gereja yang dibangun pada abad ke-18 ini merupakan salah satu ikon sejarah dan cagar budaya yang menjadi daya tarik wisata utama di ibu kota Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa rehabilitasi Gereja Blenduk tidak hanya bertujuan untuk mempercantik bangunan. Tetapi juga untuk menjaga kelestarian sejarah dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. “Gereja Blenduk adalah saksi perjalanan kota ini. Dengan rehabilitasi, kita ingin generasi mendatang tetap bisa menyaksikan keindahan sekaligus merasakan nilai sejarah yang melekat,” ujarnya.
Baca Juga : Menilik Gereja Blenduk, Jejak Protestan Pertama di Kota Lama Semarang
Proses rehabilitasi dilakukan dengan tetap mempertahankan keaslian arsitektur kolonial Belanda yang menjadi ciri khas gereja ini. Kubah besar yang menjadi ikon, dinding tebal, serta jendela kaca patri bersejarah dipulihkan menggunakan metode konservasi agar tidak menghilangkan nilai autentik. Pemerintah kota juga bekerja sama dengan tim ahli cagar budaya dan arsitektur agar seluruh proses sesuai dengan standar pelestarian internasional.
Gereja Blenduk Kembali Jadi Magnet Wisata Kota Lama Semarang
Selain pemulihan struktur bangunan, rehabilitasi juga mencakup perbaikan tata lingkungan sekitar, termasuk area halaman, pencahayaan, hingga jalur akses wisatawan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat posisi Kota Lama sebagai destinasi wisata heritage kelas dunia.
Peresmian Gereja Blenduk turut dihadiri perwakilan jemaat, tokoh agama, komunitas pelestari budaya, serta wisatawan yang antusias menyambut kembalinya ikon Kota Lama tersebut. Bagi masyarakat Semarang, gereja ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga bagian dari identitas kota yang sarat makna sejarah.
Wakil Wali Kota menegaskan, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus menjaga dan merawat bangunan-bangunan bersejarah, termasuk Gereja Blenduk, sebagai warisan yang tak ternilai. “Pelestarian heritage harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah, masyarakat, dan komunitas perlu bergandengan tangan agar ikon-ikon sejarah ini tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.
Dengan kembalinya Gereja Blenduk usai rehabilitasi, diharapkan kawasan Kota Lama semakin menarik wisatawan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal.






